Kamis, 18 September 2014

Menjadi pengamat itu menyakitkan. benar-benar menyakitkan!


Kerinduan Empat Musim

Ada banyak sekali musim, tapi menurutku ada 4 musim yang sangat familiar di ruang dengar kita. Summer, Winter, Spring, Autumn. Para musim yang begitu manja. Siapapun dimintanya untuk menyesuaikan diri dengannya. Sungguh permintaan yang sulit. Kalaupun tidak menurutinya, mereka tidak akan marah, tidak akan berontak. Hanya saja tubuh inilah yang seringkali berontak apabila menghadapi pergantian musim. Mengapa? Hei musim, jurusmu ampuh sekali mempengaruhiku. Memaksaku untuk selalu mengikuti apa yang kamu mau. Andai saja kamu tahu, raga ini tak sebegitu kuat seperti yang kau kira.

Jumat, 12 September 2014

Mengagetkanku. kukira kau orang lain, jangan memberi permulaan yang mengindikasikan kau orang lain. Aku senang kau menyapaku. tak apalah meski kau mengagetkanku.

Kerisauan Pengamat

Semua orang memiliki kesibukan masing-masing. ada kalanya orang mengikuti kebiasaan orang lain yang dianggapnya orang tersebut ialah orang yang memiliki karisma teladan. Menjadi seorang pengamat itu tidaklah mudah. selalu diposisi pembandingan. Sedangkan, pembandingan terkadang salah satu faktor penghambat perkembangan arah tujuan. Dia sibuk dengan kesibukannya. dan apa yang kusibukkan jauh berbeda dengan kesibukannya. Boleh kan kalau aku mengatakan “wah” untuk menanggapi hal ini? Bisa jadi ini wojud kesalutanku. Aku tak bisa jauh-jauh dari kesibukanku, dan kurasa ia pun juga begitu.Tidak ada keterpaksaan. Hanya saja menjadi pengamat sungguh berat. Hanya membatin tentang apa yg diamati. memberi tanggapan dengan pembandingan yang terkadang atau bahkan sering menyakitkan.

Senin, 08 September 2014

Kekhawatiran

Kekhawatiran yang berlebih kadang membuat seorang yang dikhawatirkan merasa risih. Membuat siapa saja yang mengkhawatirkan bingung harus mengungkapkan kekhawatirannya dengan cara apa. Seandainya bisa diterima dengan pemahaman. kekhawatiran itu bukanlah hal yang buruk. Suatu naluri yang muncul dengan sendirinya apabila seseorang dalam ikatan batin (intinya seperti ikatan antara ibu dan anak). kekhawatiran itu adalah hal yang wajar. Hanya saja mungkin penyampaian dan cara menanggapinya yang salah. terkadang kekhawatiran yang terlalu dapat membuat orang merasa terkekang dan bisa jadi malah melakukan hal yang dikhawatirkan. Sebisa mungkin mengatur amarah kekhawatireannya agar siapa yang dikhawatirkan tidak merasa begitu diikat. dan jadinya ada ikatan yang saling merapatkan. bagaimana cara agar semua pihak saling terjaga.
-Arista Prima N -